Dengan semakin majunya teknologi manufaktur processor, dari waktu ke waktu kebutuhan voltase sebuah processor cenderung mengecil, namun wattage processor justru bertambah besar. Sebagai contoh : P4 520 2.8GHz LGA775 yang akan diuji, memiliki spesifikasi daya sebesar 84W (bandingkan dengan Tbred 1700+ ...
Selalu menjadi dilema, apakah ketatnya timing atau tingginya bus memory yang memberikan hasil lebih baik. Dilema ini sering menjadi bunga tidur bagi para overclockers. Winbond BH-5 adalah chipset yang selama ini memberikan jawaban, dengan mampu beroperasi pada bus 250MHz dengan timing "BH-5" : 2-2-2-5-1T. Namun ...
Terbesar Terlengkap dan Terbanyak. Ya, hal itu lah yang dirasakan pada lomba kali ini, seiring dengan tema event Jogjacomtech yang diadakan di Jogja Expo Center pada tanggal 9-11 September 2005 lalu.
Selama ini, umumnya para pembuat patch adalah orang-orang di luar Indonesia. Padahal, hal tersebut tidak sulit untuk dilakukan, yang menjadi kendala selama ini adalah banyak di antara kita yang tidak tahu harus mulai dari mana, berhubung penulis sudah melakukan research kecil-kecilan tentang hal ini maka hasilnya perlu disebarluaskan agar para hardware mania di Indonesia bisa ...
Suasana kejar kejaran dan adu gengsi pada Hall of Fame terlihat sangat mencolok antara Tim Semarang dan Tim Hyem. Kedua tim ini memang terlihat menguasai papan Hall Of Fame. Tim Semarang dengan kekompakannya harus bersaing dengan Tim Hyem yang memiliki source hardware yang lebih kuat. Hasil akhir yang dicapai juga terlihat berimbang. Pepatah lama tetap terbukti walaupun dalam dunia IT sekalipun, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”. Kebanyakan para juara merupakan anggota dari tim tim Overclocker yang tangguh. Saat ini cukup jarang ada peserta yang mampu merebut juara tanpa tergabung dalam satu tim tertentu. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para individu overclocker untuk bergabung dalam sebuah tim untuk menggalang kekuatan agar bisa bersaing dengan overclocker lain yang sudah tergabung dalam tim yang sudah ada.
Lomba pada STT Telkom ini membawa babakan baru dalam dunia Overclocking. Sistem Licensi pada hardware membuat para overclocker untuk lebih cermat memilih hardware. Selain itu, para vendor juga dapat mengetahui sejauh mana produk mereka dimanfaatkan oleh para overclocker dan dengan demikian dapat diketahui sampai sejauh mana produk produk tersebut memiliki potensi tersembunyi yang dapat di keluarkan oleh overclocker tangguh. Dari kompetisi ini juga terbukti bahwa racikan hardware dan konfigurasi yang tepat merupakan faktor yang paling menentukan dalam meraih prestasi dalam overclocking contest. Prosesor yang paling kencang sekalipun dapat di kalahkan oleh timing memory yang ketat, VGA terkencang pun bukan berarti apa-apa bila prosesor tidak menunjang. Oleh karena itu, inti dari setiap overclocking contest adalah bagaimana seorang overclocker dapat meramu hardware yang dimilikinya untuk meraih kenaikan performa setinggi tingginya.